Berita
Esports
Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), pada Selasa (14/4) telah memaparkan agenda padat sepanjang 2026 dengan fokus utama meningkatkan prestasi atlet di level regional hingga global. Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB ESI, Richard Permana, menegaskan bahwa kalender kompetisi tahun ini menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah pembinaan esports nasional.
Memasuki kuartal kedua, PB ESI akan memprioritaskan partisipasi dalam SEA Esports National Cup (SNC), kualifikasi Esports National Cup (ENC), serta penyelenggaraan Piala Esports Nasional. Selain itu, tim Indonesia juga dijadwalkan tampil di ajang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Women di Singapura. Di saat bersamaan, persiapan menuju Asian Games menjadi fokus penting untuk memastikan kesiapan atlet dari sisi teknis, mental, hingga strategi.
Pada kuartal ketiga, intensitas kompetisi semakin meningkat dengan agenda utama Asian Games, yang menjadi target prestasi terbesar tahun ini. Selain itu, atlet Indonesia juga akan bertanding di ENC, World Esports Championship (WEC), serta China ASEAN Esports Competition (CAEC). Rangkaian turnamen ini dinilai krusial sebagai tolok ukur daya saing Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, kuartal keempat akan ditutup dengan sejumlah ajang penting seperti ENC, Global Esports Games (GEG), dan kembali berpartisipasi dalam SNC. Konsistensi performa menjadi kunci, mengingat padatnya jadwal berpotensi menguras stamina dan fokus para atlet.
Richard Permana mengakui tantangan tersebut, terutama dengan adanya agenda tambahan di luar kalender utama. “Semua jadwal ini belum termasuk atlet yang akan bergabung di pelatnas kami, seperti yang akan ke Esports World Cup maupun kejuaraan PUBG dan MLBB. Cukup kompleks jadwal yang akan kami hadapi,” ujarnya.
Dengan strategi pembinaan yang terstruktur, PB ESI optimistis mampu menjaga performa sekaligus membawa pulang prestasi bagi Indonesia di panggung esports dunia.
Fokus Kejar Prestasi Atlet! PB ESI Paparkan Agenda Tahun 2026
Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), pada Selasa (14/4) telah memaparkan agenda padat sepanjang 2026 dengan fokus utama meningkatkan prestasi atlet di level regional hingga global. Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB ESI, Richard Permana, menegaskan bahwa kalender kompetisi tahun ini menjadi salah satu yang paling kompleks dalam sejarah pembinaan esports nasional.
Memasuki kuartal kedua, PB ESI akan memprioritaskan partisipasi dalam SEA Esports National Cup (SNC), kualifikasi Esports National Cup (ENC), serta penyelenggaraan Piala Esports Nasional. Selain itu, tim Indonesia juga dijadwalkan tampil di ajang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Women di Singapura. Di saat bersamaan, persiapan menuju Asian Games menjadi fokus penting untuk memastikan kesiapan atlet dari sisi teknis, mental, hingga strategi.
Pada kuartal ketiga, intensitas kompetisi semakin meningkat dengan agenda utama Asian Games, yang menjadi target prestasi terbesar tahun ini. Selain itu, atlet Indonesia juga akan bertanding di ENC, World Esports Championship (WEC), serta China ASEAN Esports Competition (CAEC). Rangkaian turnamen ini dinilai krusial sebagai tolok ukur daya saing Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, kuartal keempat akan ditutup dengan sejumlah ajang penting seperti ENC, Global Esports Games (GEG), dan kembali berpartisipasi dalam SNC. Konsistensi performa menjadi kunci, mengingat padatnya jadwal berpotensi menguras stamina dan fokus para atlet.
Richard Permana mengakui tantangan tersebut, terutama dengan adanya agenda tambahan di luar kalender utama. “Semua jadwal ini belum termasuk atlet yang akan bergabung di pelatnas kami, seperti yang akan ke Esports World Cup maupun kejuaraan PUBG dan MLBB. Cukup kompleks jadwal yang akan kami hadapi,” ujarnya.
Dengan strategi pembinaan yang terstruktur, PB ESI optimistis mampu menjaga performa sekaligus membawa pulang prestasi bagi Indonesia di panggung esports dunia.
Kategori
Berita


Posting Komentar